Minggu, 11 Oktober 2009

Gempa Bumi di Indonesia

GEMPA BUMI

1. PENGERTIAN GEMPA

Gempa adalah pergeseran tiba-tiba dari lapisan tanah di bawah permukaan bumi. Ketika pergeseran ini terjadi, timbul getaran yang disebut gelombang seismik. gempa ke segala arah di dalam bumi. Ketika gelombang ini mencapai permukaan bumi, getarannya bisa merusak atau tidak tergantung pada kekuatan sumber dan jarak fokus, disamping itu juga mutu bangunan dan mutu tanah dimana bangungan berdiri. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan. Gelombang ini menjalar menjauhi fokus

Gempa bumi adalah berguncangnya bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif aktivitas gunung api atau runtuhan batuan. Kekuatan gempa bumi akibat aktivitas gunung api dan runtuhan batuan relatif kecil sehingga kita akan memusatkan pembahasan pada gempa bumi akibat tumbukan antar lempeng bumi dan patahan aktif.

Gempa dapat terjadi kapan saja, tanpa mengenal musim. Meskipun demikian, konsentrasi gempa cenderung terjadi di tempat-tempat tertentu saja, seperti pada batas Plat Pasifik. Tempat ini dikenal dengan Lingkaran Api karena banyaknya gunung berapi.

Seismologist adalah ilmuwan yang mempelajari sesar dan gempa. Mereka menggunakan peralatan yang disebut seismograf untuk mencatat gerakan tanah dan mengukur besarnya suatu gempa. Seismograf memantau gerakan-gerakan bumi mencatatnya dalam seismogram, Gelombang seismik, atau getaran, yang terjadi selama gempa tergambar sebagai garis bergelombang pada seismogram. Seismologist mengukur garis-garis ini dan menghitung besaran gempa. Seismologist menggunakan skala Richter1 untuk menggambarkan besaran gempa, dan skala Mercalli untuk menunjukkan intensitas gempa, atau pengaruh gempa terhadap tanah, gedung dan manusia.

2. PENYEBAB TERJADINYA GEMPA BUMI

Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa bumi akan terjadi.

Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.

Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi


3. PROSES GEMPA BUMI

Lempeng samudera yang rapat massanya lebih besar ketika bertumbukkan dengan lempeng benua di zona tumbukan (subduksi) akan menyusup ke bawah. Gerakan lempeng itu akan mengalami perlambatan akibat gesekan dari selubung bumi. Perlambatan gerak itu menyebabkan penumpukkan energi di zona subduksi dan zona patahan. Akibatnya di zona-zona itu terjadi tekanan, tarikan, dan geseran. Pada saat batas elastisitas lempeng terlampaui, maka terjadilah patahan batuan yang diikuti oleh lepasnya energi secara tiba-tiba. Proses ini menimbukan getaran partikel ke segala arah yang disebut gelombang gempa bumi.



4. LETAK INDONESIA

Kepulauan Indonesia terletak pada pertemuan 3 lempeng utama dunia yaitu lempeng Australia, Eurasia, dan Pasifik. Lempeng Eurasia dan Australia bertumbukan di lepas pantai barat Pulau Sumatera, lepas pantai selatan pulau Jawa, lepas pantai Selatan kepulauan Nusatenggara, dan berbelok ke arah utara ke perairan Maluku sebelah selatan. Antara lempeng Australia dan Pasifik terjadi tumbukan di sekitar Pulau Papua. Sementara pertemuan antara ketiga lempeng itu terjadi di sekitar Sulawesi. Itulah sebabnya mengapa di pulau-pulau sekitar pertemuan 3 lempeng itu sering terjadi gempabumi.

Berikut ini adalah 25 Daerah Wilayah Rawan Gempabumi Indonesia yaitu: Aceh, Sumatera Utara (Simeulue), Sumatera Barat - Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten Pandeglang, Jawa Barat, Bantar Kawung, Yogyakarta, Lasem, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kepulauan Aru, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sangir Talaud, Maluku Utara, Maluku Selatan, Kepala Burung-Papua Utara, Jayapura, Nabire, Wamena, dan Kalimantan Timur.




Jumat, 21 Agustus 2009

Selamat Datang Ramadhan 1430 H


Perkataan paling berbobot adalah “ALLAH”

Lagu termerdu adalah “ADZAN”

Buku terbaik adalah “AL QUR’AN”

Senam paling sehat adalah “SHALAT”

Kebersihan paling menyegarkan adalah “WUDHU”

Perjalanan terindah adalah “HAJI”

Khayalan paling mengesankan adalah ingat akan “DOSA”

Diet paling sempurna adalah “PUASA”

Selamat merengkuh berkah Ramadhan




Jumat, 14 Agustus 2009

Angngaru 2

Karaengku !
Kipamopporammak jaidudu karaeng !
ri dallekang lakbirina, ri empoang matinggina ;
ri sakri karatuanna,
Satuli-tuli kanangku karaeng ;
panngainna laherekku, pappattojenna batengku ;
Beranjak kunipatekbak, pangkuluk kunisoeang ;

Ikatte anging karaeng, na ikambe lekok kayu ;
Ikatte jeknek karaeng, na ikambe batang mammanyuk ;
Ikatte jarung karaeng, na ikambe bannang panjaik.

Irikko anging, na marunang lekok kayu ;
Solongkok jeknek, namammanyuk batang kayu ;
Tekleko jarung, namminawang bannang panjaik;

Makkanamaki mae, na ikambe manggaukang.
Mannyakbuk mamakik mae, na ikamba mappajarik ;
punna sallang takammaya, aruku ri dallekanta ;
pangka jerakku, tinraki bate onjokku ;
pinra arengku, piassalak jari-jariku.
Pauangi ri anak ribokoa, pasangi ri anak tanjari ;
tumakkanaya, na taenna napparukpa ;

Sikammaji anne aruku ri dallekanta Karaeng ;
dasi na dasi nanitarima paknganroku ;
Karena Allah !
Amin.

Sumber :
Makkulau, M. Farid W. 2008. Sejarah Kekaraengan di Pangkep. Penerbit Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemkab Pangkep bekerjasama dengan Pustaka Refleksi : Makassar. ISBN. 979967321-6. Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.


Angngaru 1

Kicini – cini sai karaeng
Bannang Keboka ri Siang
Tak sampea ri Sengkaya
Maklambaka ri Pangkajene

Ada’ Kuerang kontu tojeng kupanna’ galli
Iya – iyannamo sallang karaeng
Tampa tetea ri ada’
Tampa empoa ri kontu tojeng

Kupannepokangi sallang karaeng
Panngulu ri tangnga baruga
Inai naimo sallang karaeng
Tappa empoa ri kontu toje
Tampa tetea ri ada’

Kupannepokangi sallang karaeng
Passorang ri tangnga parang
Niappa sallang waktu
Bosi tasi nau – nau
Kilatasi kila – kila
Nanicini jarina Itui Daeng Manassa

Dasi na dasi nanakarannuang Bataraya
Nalanri pangngamaseanna
Amin.

Catatan Penulis :
Aru', Angngaru' atau Mangngaru ialah ikrar kesetiaan yang diucapkan dihadapan seorang karaeng, arung atau raja. Aru bisa juga dipersembahkan dihadapan pemimpin tamu atau raja/karaeng yang datang sebagai raja atau pemimpin sahabat atau pemimpin/raja yang lebih tinggi kedudukannya. Seorang yang angngaru’ haruslah berpakaian adat, mengucapkannya harus lantang, tegas dan sambil menghunus keris. (Makkulau, 2007)

Sumber :
Makkulau, M. Farid W. 2008. Sejarah Kekaraengan di Pangkep. Penerbit Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemkab Pangkep bekerjasama dengan Pustaka Refleksi : Makassar. ISBN. 979967321-6. Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.


Rabu, 12 Agustus 2009

Salam Setengah Merdeka !!!



Pagi
Berhadap-hadapan dengan bendera
Aku mencari merah putih dalam jiwa
Siang
Di mana aku, di mana merah putih?
Engkaukah yang berkibaran di jalan-jalan
Atau hanya kain usang dan baru
Yang merana kehilangan jiwa?
Senja
Ku temukan merah putih
Tersedu di sudut negeri
Tertimbun ranting-ranting sejarah
Yang patah
Malam
Mimpi-mimpi berkecamuk
Merah putih masih merayap gelisah
Mencari Hatta dalam jiwa dua ratus kita


17 AGUSTUS
pernah kudengar seorang penyair berteriak
tentang merah putih yang terluka
katanya dwiwarna perlu dijahit kembali
mungki dioperasi
dan hari ini
seperti tahun-tahun sebelumnya
aku pun sibuk menghias RT dan sekolahku
hingga indah berwarna-warni
kami membeli bendera banyak sekali
aku ikut lomba makan kerupuk,
balap kelereng, balap karung
dan panjat pohon pinang
di antara derai angin
aku melihat merah putih
melambai-lambai pada kami
: " Ayo berkibarlah!"teriakku
ketika pulang, hari begitu mendung
kutemuksn merah putih nyaris terkulai
di tiang depan rumahku
: "Berkibarlah! Berkibarlah!"
merah putih hanya menatap
menyapa tanpa kata
apa ia sedih aku tak menang perlombaan?
Atau masih saja ia merindu jiwa itu?
Soekarno, Hatta, Sudirman, Agus Salim, dan yang
Lain?
Entah kapan, aku pernah mendengar bisikan itu
Para pahlawan telah kibarkan dwiwarna
Dalam dada
Bahkan pada saat yang terbadai
"Berkibarlah! Ayo berkibarlah!"
di kamarku Peter Pan dan Chrisye
menyenandungkan lagu "aku menunggumu"
dari balik jendela ku lihat merah putihku kuyup
di dera deras air dari langit
mungkin ia begitu cemas menunggu
sedang aku masih saja
mengira airmatanya
sebagai hujan.
Dua puisi ini diambil dari buku ke-5 Abdurrahman Faiz (usia 12 tahun)
Yang berjudul Nadya, Kisah Dari Negeri Yang Menggigil
Salam Setengah Merdeka!!



Logo HUT RI 64

Tak terasa kita sudah memasuki hari kemerdekaan RI yang ke 64 tahun. Setiap tahun bangsa Indonesia akan selalu memperingati HUT Kemerdekaan RI dan akan terus berlangsung pada generasi tahun-tahun berikutnya, begitupun dengan ‘Logo HUT RI’ disetiap tahunnya pasti akan berganti. Inilah logo dan tema HUT RI ke-64:

logo-ke-64-proklamasi-kemerdekaan-ri

Tema HUT RI ke-64

Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945

Kita Tingkatkan Kedewasaan Kehidupan Berpolitik dan Berdemokrasi

Serta Kita Percepat Pemulihan Ekonomi Nasiona Menuju Indonesia

Yang Bersatu, Aman, Adil, Demokratis dan Sejahtera.

(Surat Mensesneg No. 8.64/Panpel/07/2009, tanggal 29 Juli 2009 perihal Perubahan Tema Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan ke-64 RI Tahun 2009)




Hujan meteor Perseid


Rabu, 12 Agustus 2009 | 16:53 WIB

Hujan meteor Perseid yang mencapai puncaknya Rabu (12/8) ini dapat terlihat di seluruh wilayah Indonesia dengan mata telanjang. Waktu terbaik untuk melakukan pengamatan adalah jelang tengah malam sampai Kamis (13/8) pukul 04.00 dini hari.

Hal tersebut dikatakan Thomas Djamaluddin, pakar astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), saat dihubungi Kompas.com sore ini. Namun, ia mengatakan, untuk dapat melihatnya, perlu prasyarat yakni jika langit cerah.

Selain itu, arah pengamatan di timur laut sampai dengan utara tidak terhalang. Sebab, meteor lewat cukup rendah, dekat horizon langit. Selain itu, bulan yang masih pada periode seperempat terakhir juga terlihat malam nanti sehingga bisa mengganggu terlihatnya hujan meteor ini.

Bagi kota besar, ada penghalang lainnya. Cahaya lampu dari berbagai sumber bisa menghalangi terlihatnya hujan meteor ini. "Tapi kemungkinan bisa melihat masih ada, asal mematikan lampu-lampu dan kalau beruntung ada meteor terang yang lewat," ujar Thomas Djamaluddin.

Sayangnya, di seluruh wilayah Indonesia, hujan meteor Perseid tidak dapat dilihat saat puncaknya karena saat hal itu terjadi, Perseid masih berada di bawah ufuk. Pengamat di Indonesia hanya bisa melihat setelah puncaknya hujan meteor Perseid.

Tapi jangan kuatir, walaupun terlewat, kalau beruntung Anda bisa melihat puluhan meteor setiap jamnya. Bagi yang terlewat dini hari nanti, masih ada kemungkinan untuk melihat hujan meteor esok dini hari pada pukul yang sama, yakni pukul 01.00-04.00 walaupun dengan jumlah lebih sedikit.

Nama Perseid diberikan karena komet-kometnya akan muncul dekat rasi bintang Perseus. Rasi bintang Perseus berada di bawah Bintang Tujuh. Bintang Tujuh sendiri berada di sebelah utara dengan tujuh bintang kecil. Meteor-meteor tersebut akan muncul dari titik radian dekat rasi tersebut.

Sumber : JAKARTA, KOMPAS.com